Disaat kesenangan dan kebahagian lain menghiasi hatinya, dengan dalih pengertian dibiarkannya kau mencari kesenangan dan kebahagian dirimu. Ketika keindahan memberi warna lain dalam hidupnya, dengan dalih memahami diijinkannya kau mewarnai halaman hidupmu.
Kebaikan... kebodohan... menggambarkan dirinya; menimbulkan pertanyaan ada apa di balik semua pengertian dan pemahaman dirinya.
Disaat kegaluhkan mulai hadir pada dirinya, tak bisa lagi diberikannya pengertian dan pemahaman itu padamu. Ketika luka dan sakit menyelimuti hatinya, tak direlakannya kesenangan dan kebahagian itu ada dalam dirimu.
Kemungkinan lain yang dibayangkan menjauhi jangkauannya; membuatnya tak ingin juga kehilangan dirimu.
Disaat semua tidak seperti yang diharapkannya, dijilatnya kembali semua perkataan yang pernah di lontarkannya. Ketika kesesakan memenuhi ruang dadanya, dibuatnya orang lain sebagai kambing hitamnya.
Mulutnya yang manis, prilakunya yg sopan, pemikirannya yang jahat, perkataannya yang tak pantas dan hatinya yang busuk, membawanya ke kemenangan semu.
Tuesday, September 30, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment